MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA ATAS POSTINGAN YANG KURANG, KARENA BLOG INI HANYA DI URUS OLEH SATU ORANG.....
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Komet Es Hantam Matahari

Sebuah komet yang belum sempat diberi nama menabrakkan diri ke Matahari pada 5 Juli 2011 lalu. Dari penelitian, komet itu diperkirakan terbuat dari es.

Menurut para peneliti, sebagian besar komet sungrazer (komet yang bergerak sangat dekat dengan matahari) seperti ini diyakini berasal dari pecahan dari sebuah komet raksasa yang hancur beberapa abad lalu.

Sebagai informasi, komet sungrazer yang umumnya terbuat dari debu, bebatuan, dan es, jarang terdeteksi saat di dekat matahari karena cahaya mereka tertutup oleh terangnya solar disk atau piringan cahaya yang berada di sekeliling matahari.

Komet yang mampu bertahan dari panasnya korona matahari ini kemudian lenyap di kawasan chromosphere yang memancarkan panas hingga 100 ribu derajat Kelvin atau sekitar 99.726,85 derajat Celcius.





Sumber: Viva

Jumat, 29 April 2011

Lapisan Ozon Di Kutub Utara Semakin Menipis

Kondisi lapisan ozon Kutub Utara makin parah di musim dingin ini. Kondisi ini disebabkan cuaca dingin di bagian atas atmosfer. Seperti apa?
Pada akhir Maret, 40% lapisan ozon stratosfir rusak. Tingkat kerusakan ini meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar 30%. Seperti diketahui, lapisan ozon melindungi manusia dari kanker kulit.
Namun kini, lapisan itu rusak karena polusi industri kimia. Seperti dikutip BBC News, kerusakan yang terjadi merupakan reaksi dari kondisi dingin stratosfer akibat polusi industri kimia.
Melalui perjanjian Montreal Protocol dari PBB, beberapa zat kimia dilarang digunakan karena keberadaanya bisa bertahan lama di atmosfer hingga puluhan tahun. Perjanjian Montreal Protocol 1987 melarang penggunaaan zat Chlorofluorocarbon (CFC) yang banyak digunakan pada lemari es.
WMO memaparkan data ini di ajang tahunan European Geosciences Union (EGU) di Vienna, Austria. Meski mendinginnya stratosfer merupakan peristiwa tahunan di kutub selatan, gambaran kutub utara masih belum bisa diprediksi.
"Tingkat kerusakan lapisan ozon di musim dingin tergantung pada kondisi meteorologi," ungkap Sekjen World Meteorogical Organization (WMO) Michel Jarraud.
Kerusakan lapisan ozon pada 2011 menunjukkan, manusia harus waspada dan menyadari situasi kutub utara untuk beberapa waktu ke depan, lanjutnya.
Rusaknya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet-B berbahaya bisa masuk melewati atmosfer. Sinar inilah yang menyebabkan kanker kulit, katarak, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. WMO memperingatkan warga dunia mewaspadainya.

Sumber : Yahoo!...